preloder

Satu Lebih Baik Daripada Seribu

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Salam Sejahtera Bagi Kita Semua

Manakah yang lebih baik, 1 ataukah 1.000?. Bagi saya, angka 1 lebih baik nilainya daripada 1.000. Ini adalah logika yang terbalik bukan?, Ya, jika menggunakan pendekatan matematis, tentu di luar nalar, namun hal ini merupakan sebuah logika yang sangat clear dengan pendekatan qolbu.

Eksistensi kita sebagai manusia, bukan ditentukan dalam hitungan waktunya. Namun seberapa banyak kontribusi yang telah kita berikan. Jika diibaratkan seperti ini, meski hanya satu hari keberadaaan seseorang, jika mampu dirasakan manfaatnya hal itu jauh lebih baik, daripada ribuan hari namun hanya berlalu begitu saja.

Kebermanfaatan kita bagi sekitar menjadi poin penting, bahkan mampu mengantarkan seseorang pada level tertinggi sebagai seorang manusia. Bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Hal ini mengandung filosofi yang mendalam, mencapai predikat insan terbaik.

Di dalamnya terdapat spirit yang luar biasa, yang dapat memacu setiap pribadi untuk melakukan sesuatu dengan motivasi yang lebih, tidak lagi sebatas untuk diri sendiri, namun lebih luas lagi,untuk lebih banyak orang.

Mencapai level sebaik-baiknya manusia berarti dimana pun dia berada, baik itu di lingkungan kerja maupun di masyarakat senantiasa memberikan nilai positif. Kehadirannya benar-benar dirasakan melalui kontribusi, inspirasi, karya dan teladan, sehingga bukan hanya sekedar ada namun tanpa makna. Terlebih memberikan aura negatif di lingkungan sekitar.

Siapapun kita saat ini, apapun jabatan kita, jadilah role model , sebagai cerminan seorang leader yang sesungguhnya. Leader yang saya maksud bukan hanya pimpinan di lingkungan kerja saja, karena pada dasarnya setiap kita adalah pemimpin setidaknya untuk diri sendiri.

Selayaknya seorang pemimpin yang menjadi role model, maka  perbuatan dan perkataannya sejalan, berintegritas, mengayomi, mampu meredakan konflik bukan sebaliknya menciptakan konflik. Jiwa pemimpin itu harus benar-benar dihayati jadikan sebagai jati diri, kemudian aplikasikan dengan baik, bukan hanya sebagai label pemimpin, namun tak mampu memimpin dengan baik.

Jadilah insan yang bermanfaat, yang menginspirasi, yang menyejukkan, sehingga setiap orang akan nyaman berada di sekitar kita. Akhirnya mampu bekerjasama, menciptakan harmonisasi dan pada akhirnya mampu memberikan kinerja terbaik. Bukankah menyenangkan jika cara hidup kita dijalani dengan jalan yang begitu indah.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Dwi S. Purnomo 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top