preloder

Sepak Bola dan Inovasi Organisasi

Sepak bola dan inovasi? Apakah hubungannya. Nah hal ini dikupas tuntas oleh Direktur Primary&Secondary Education (PSE) Anang Turyandono dalam acara Selasa Siang Sharing Sareng Senior (5S), yang dilaksanakan pada Selasa (26/02) di Ruang Educafe Kantor Badan Pelaksana Harian Yayasan, Jalan Cisanggarung No. 2 Bandung.

Dalam sharingnya yang berjudul Nurturing Innovation (Football Insight), Direktur PSE menggali tentang inovasi  dan menganalogikannya dengan permainan sepak bola. Setidaknya ada empat hal yang menjadi lesson learn dari sepak bola.

Yang pertama, memerlukan adanya strategi atau taktik untuk meraih tujuan. Kedua memahami fungsi dan tanggung jawab.Setiap orang dalam organisasi dan tim sepak bola memiliki peran masing-masing, bagaimana dapat bekerjasama untuk mencapai tujuan. Ketiga, memerlukan pemimpin atau leader.  Leader dalam organisasi juga mempunyai tugas dan fungsi yang sama dengan seorang coach di team sepakbola. Keempat memerlukan adanya team work. Team work adalah key success factor dalam mencapai tujuan.

“Sepak bola bukan hanya sekedar olah raga biasa, bagi saya banyak ilmu yang bisa diambil dan digunakan dalam konteks organisasi atau bahkan perusahaan,”ucapnya.

Lalu apakah value dari sepak bola yang dapat diterapkan juga dalam menjalankan organisasi?

Tak hanya sekedar kepiawaian memainkan si kulit bundar, ternyata ada banyak hal yang bisa kita ambil valuenya dari sepak bola. Yaitu leadership. Work Ethic, Managing Business Process, Flexibility and Adaptibility dan Passion.

Untuk mencapai tujuan organisasi maka pemimpin memiliki peran yang sangat besar, bagaimana dapat memimpin, mengeksekusi dan memotivasi setiap orang dalam sebuah organisasi.

“Seorang pemimpin harus  memberikan kepercayaan pada setiap  orang untuk mencapai tujuannya, mencapai visi dan misi organisasi.  Seperti ditunjukan oleh Sir Alex Ferguson yang mampu memotivasi dan  memberikan kepercayaan penuh pada pemainnya, untuk mengembalikan keadaan dan menang lawan Bayern Munchen saat final Liga Champion Eropa tahun 1999,”ungkapnya Direktur PSE.

Pemain sepak bola profesional selalu berusaha menampilkan dan menghasilkan yang terbaik di setiap pertandingan dan para pemain mempersiapkan dirinya dengan cara melatih fisik dan mentalnya sepnajang tahun, itulah Work Ethic.

Vince Lombardi mengatakan, “Kesempurnaan tidak mungkin tercapai. Tetapi jika kita mengejar kesempurnaan, kita dapat menangkap keunggulan. Selalu berusaha memberikan yang terbaik menjadi semangat dari Work Ethic.

Agar organisasi tetap bertahan dan menjadi pemenang, perlu adanya upaya untuk mengatur setiap aspek bisnis  dan menyelaraskan  organisasi dengan strategi bisnis. Manfaatkan solusi dan inovasi  bisnis untuk membuat proses di organisasi lebih efisien dan efektif. Disinilah diperlukan Managing Business Process yang baik.

Direktur PSE mengatakan, seorang leader harus memiliki Flexibility dan Adaptibility dalam setiap situasi, ini menjadi faktor penting. Terlebih organisasi akan dihadapkan pada kondisi yang  terus berubah dengan cepat.

Yang terakhir, kesuksesan sebuah perusahaan atau organisasi pada akhirnya sangat tergantung kepada seberapa besar passion dari setiap individu dalam organisasi. Penting bagi seorang leader membangun keunggulan perusahaan atau organisasi berdasarkan passion setiap individu dalam organisasi.

“Setiap unit yang ada di Lakhar YPT harus terus berinovasi,menghasilkan solusi-solusi terbaik, untuk terus mensupport Lemdik-Lemdik agar mampu menghasilkan lulusan sesuai dengan tuntutan industri yang terus berkembang,”pungkasnya.(Purel/DPSE)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top