Desa Binaan Telkom University Hasilkan Pupuk Organik

Diunggah pada 14 Maret 2017, pukul 08:45

Bandung TechnoArt - Masyarakat Desa Cangkuang Wetan, Bandung. Pada Rabu (8/2) saling bahu membahu dalam demo dan pelatihan pengolahan limbah menjadi pupuk organik. Sedikitnya 17 mahasiswa Telkom University menjadi penggerak produksi pupuk secara mandiri itu.


Desa Cangkuang Wetan merupakan desa terdekat dari kawasan pendidikan Telkom, di mana sebagian besar petaninya merupakan penanam Katapang dan Cabai. selama ini minimnya pupuk dalam proses pertanian membuat petani tidak optimal dalam memanen hasil pertanian.


Ditemui disela-sela pengoperasian alat pengolah limbah, Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Penelitian Dr. M. Yahya Arwiyah mengatakan, pihaknya secara berkelanjutan membina desa-desa di wilayah Jawa Barat untuk dapat menjadi desa mandiri, terlebih dengan potensi pertanian.


"Sebetulnya ini hanya bagian dari safari bina desa, menjadi prioritas kami (Telkom University) untuk melakukan pendampingan dalam hal kemandirian masyarakat, salah satunya dengan memberikan motivasi dan juga dukungan fisik berupa mesin dan pengetahuan pengolahan limbah menjadi pupuk organik, adat dan cair yang berguna bagi kelangsungan pertanian" terangnya.


Diketahui tidak kurang dari 15 ton sampah dalam tiap pengolahan, dapat di daurulang menjadi pupuk organik melalui komponen dan kinerja alat pengolah sampah yang diinisiasi Telkom University. Ditemui di tempat yang sama, Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Dr. Palti Sitorus menambahkan, bahwa upaya ini bagian dari kewajiban universitas untuk kebermanfaatan lingkungan.

"Tentu selain menjadi kewajiban kami memberdayakan masyarakat, ini sekaligus ruang pembelajaran bagi mahasiswa agar keberadaan mereka dirasakan secara langsung, dalam hal ini adalah petani Cangkuang" imbuhnya.


Sebanyak 18 ribu penduduk yang mendiami lahan seluas 209.245 hektar, diketahui menghasilkan sampah sebanyak 2 ton perhari. Untuk itu, Kepala Desa Cangkuang Teddy menyatakan apresiasinya atas bantuan dan layanan Telkom University, dalam upaya pemberdayaan masyarakat di wilayah yang ia pimpin.

"Masyarakat ya senang, saya juga selama ini bingung, desa banyak sampah. begitu (ada kegiatan pemberdayaan) ini, ya baguslah, terimakasih dengan kontribusi Telkom (University) ke desa" ucapnya. (Dedi Kurnia/Purel Tel-U)

 
 

© 2017, Yayasan Pendidikan Telkom, karya dan hak cipta dilindungi undang-undang.