preloder

Sepenggal Kisah dari Kaki Gunung Gamalama

Assalamualaikum Wr Wb

Salam Sejahtera Bagi Kita Semua

Semburat cahaya kuning mulai menyentuh dengan lembut Gunung Gamalama, kehidupan pun telah menggeliat di sekitarnya, begitu pun di TK Telkom Ternate. Para guru bersiap untuk menyambut siswa-siswi yang akan segera tiba, sebanyak 203 siswa terdiri dari siswa TK dan day care kini menjadi warga sekolah ini.

Bersyukur sekali menyaksikan TK Telkom Ternate saat ini, diantara 119 TK/PAUD yang ada di Kota Ternate, sekolah ini merupakan salah satu TK terbaik, bahkan menjadi TK favorit. Namun jika flashback ke belakang, kondisi sekolah ini sangat mengkhawatirkan. Bahkan sering menjadi bahan ejekan dengan sebutan gedung angker. Bangunan tua dengan kondisi gedung yang sudah banyak kerusakan semakin menguatkan sebutan tersebut.

Tahun 2001 jumlah siswa di TK Telkom Ternate sebanyak 80 orang, namun seiring dengan peningkatan pelayanan dan sarana prasarana, setiap tahun jumlah siswanya terus meningkat dan melampaui target yang diberikan. TK Telkom Ternate menjelma menjadi TK idaman. Tidak ada lagi plafon rusak atau atap bocor, kelas pun kini telah dilengkapi AC.

Namun sebetulnya bukan hanya itu yang membuat TK Telkom Ternate menjadi yang terbaik, di balik itu semua ada para guru yang tidak pernah lelah untuk mengabdikan dirinya. Tidak ada halangan bagi para guru untuk ke sekolah,  datang basah kuyup saat hujan bukan masalah, bahkan gempa dan erupsi Gunung Gamalama pun tak dihiraukan, para guru tetap datang tepat pukul 07.00 WIT setia menanti siswa, meskipun belum tentu ada siswa yang datang karena kondisi tersebut. Semua itu dilakukan untuk memenuhi panggilan jiwa, menunaikan tanggung jawab sebagai pejuang pendidikan. Sebuah sikap mental yang patut untuk dijadikan teladan.

Mengapa mereka demikian? untuk mendapatkan seorang siswa, memerlukan perjuangan yang luar biasa, bahkan segala strategi dikerahkan, cara-cara yang smart pun dilakukan, terlebih di tengah persaingan yang begitu sengit membuat mereka memiliki kesadaran yang tinggi untuk memberikan layanan terbaik.

Pendidikan karakter yang ditanamkan sekolah ini pada siswa juga menjadi magnet yang menarik perhatian masyarakat. Kedisiplinan, kemandirian dan membentuk akhlak mulia siswa, merupakan salah satu fokus perhatian sekolah.

Tingginya antusiasme masyarakat akan TK Telkom Ternate, menyebabkan peminatnya membludak. Bahkan saking banyaknya pendaftar, Kepala Sekolah (Ibu Pipih)  merelakan ruang kerjanya untuk menjadi ruang day care, dan Kepala Sekolah berpindah ke teras, dengan cara disekat dan disulap menjadi ruang kerjanya yang baru. Tapi hal itu tidak menjadi masalah, dengan ikhlas semua itu dilakukan untuk menghidupi Yayasan.

Tidak bergantung pada bantuan Yayasan, kepala sekolah berinisiatif untuk menyisihkan uang operasional. Hasilnya mereka dapat memperbaiki beberapa bagian gedung sekolah, salah satunya memperbaiki jendela. Kekompakan dan kerjasama di sekolah ini sangat tinggi, sebelum halamannya menggunakan paving block, semua guru ikut turun untuk memotong rumput yang tumbuh di area sekolah yang mencapai 1.300 m2 tersebut.

Tak pernah ada kata mengeluh atau menyerah dengan keadaan, apalagi mengurangi semangat bekerja. Sebaliknya, para guru ini memiliki semangat seluas samudera. Para guru menyadari benar, bahwa  menjadi guru adalah tugas yang mulia.  Bukan soal materi, namun lebih pada panggilan hati. Hal ini terbukti pada Ibu Pipih, pada awal bekerja sebagai guru (2001), dirinya hanya mendapatkan gaji Rp.  20.000  per bulan. Meski sempat mendapat penolakan dari keluarga, namun tak pernah menyurutkan langkahnya, karena menjadi guru adalah passionnya. Sehingga apapun dilakukan untuk dapat memajukan sekolahnya, kini dirinya pun memetik hasilnya.

Alhamdulillah, Yayasan disokong oleh insan-insan terbaik, yang memiliki totalitas bekerja yang sangat tinggi. Mengabdi dengan ikhlas, tanpa memikirkan apresiasi apa yang akan diperolehnya. Tentunya Yayasan akan terus mensupport dan berupaya memberikan yang terbaik pada seluruh insan di Yayasan. Dengan insan yang tangguh Yayasan semakin kuat.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa meridhoi langkah kita bersama, sehingga pengabdian dan kerja ikhlas yang saudara-saudara berikan untuk Yayasan, tidak hanya mendatangkan apresiasi dari Yayasan tapi juga mendapatkan nilai ibadah. Amin Ya Robbal’alami.

 

Demikian Dari Saya

Wassalamualaikum Wr Wb

 

Dr. Ir. Dwi S. Purnomo, M.M

Top