YPT Gelar Sharing Session Entrepreneurship dan Human Capital

Diunggah pada 12 Oktober 2017, pukul 08:25


Yayasan Pendidikan Telkom menyelenggarakan Sharing Session pada 10-11 Oktober 2017 di Nexa Hotel Jalan Supratman Kota Bandung. Acara ini menghadirkan para ahli dibidangnya dan diikuti oleh BOD YPT dan para senior leader Kantor Badan Pelaksana Kegiatan Yayasan, Pimpinan Lembaga dan Anak Perusahaan, pengelola SDM Lembaga YPT Group.


Sharing Session hari pertama mengangkat dua tema, pertama mengenai Membangun Entrepreneurship di Yayasan untuk Mencapai Pertumbuhan yang Berkelanjutan (Sustainable Growth). Tema ini menghadirkan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpad Prof.Dr.H Yuyus Suryana Sudarman,SE.,MS. Tema kedua yaitu Proyeksi dan Tantangan Perguruan Tinggi Pada Periode 2018 – 2022 disampaikan oleh Dr. H. Sulaeman Rahman Nidar, SE.MBA

     

Berbeda dari pelaksanaan hari pertama, Pada Sharing Session kedua temanya mengenai Pengelolaan Human Capital yang Berkarakter Unggul di Era Digital, dengan pembicara Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpad Prof. Dr. Hj. Ernie Tisnawati Sule, SE., M.Si.


Ketua YPT Dwi S. Purnomo mengatakan Sharing Session ini dilaksanakan sebagai upaya membekali  setiap insan di Yayasan dengan meningkatkan pengetahuan agar  visi dan misi YPT dapat tercapai.


“Pelatihan ini merupakan kesempatan yang berharga untuk menggali ilmu dari para ahli. Tentunya banyak pengetahuan yang didapatkan selanjutnya dapat diaplikasikan di Yayasan,”tuturnya.


Terkait dengan kedua tema Sharing Session, Ketua YPT mengatakan bidang entrepreneurship di Yayasan harus terus diperkuat terlebih ke depan lembaga di bawah YPT akan mengarah ke entrepreneurship.


Sedangkan mengenai tema kedua, menurut Ketua YPT sebagai Yayasan yang menaungi lembaga pendidikan berbasis ICT, harus mengetahui bagaimana mendidik generasi milenial. Bagaimana mempersiapkan arah lembaga pendidikan dengan mengacu pada tiga program utama. (Purel/YPT)




 
 

© 2017, Yayasan Pendidikan Telkom, karya dan hak cipta dilindungi undang-undang.