ST3 Telkom Kembangkan Alat Sensor Hujan dan Sensor Kelembaban Tanah Pada Alat Penyiram Tanaman Otomatis

Diunggah pada 13 Juli 2017, pukul 16:29

 

Sebagai manusia yang dalam kesehariannya mempunyai banyak aktivitas tentu sangat direpotkan manakala harus meninggalkan rumah salah satu diantaranya bagi merek khususnya yang mempunyai hobby menanam tanaman baik bunga maupun tanaman lain tentu sangat disayangkan manakala harus meninggalkan hobbynya, karena terkait perawatan dan waktu penyiraman dan kekhawatiran terbengkelai dan mengakibatkan rusak dan mati. Selain itu pula kondisi cuaca yang seringkali berubah yang mempengaruhi kesuburan tanaman.

Perawatan tanaman yang baik adalah tanah harus mempunyai kelembabn yang tepat, karena tanah yang terlalu lembab maupun kering akan mempengaruhi ertumuhan suatu tanaman. Sehingga perlu adanya suatu alat yang mampu memberi solusi dari permasalahan manusia modern masa kini yaitu adanya alat penyiraman otomatis untuk membantu perawatan tanaman. 

Melalui pengamatan inilah maka Sekolah Tinggi Teknologi Telematika (ST3) Telkom Purwokerto baru-baru ini tengah mengembangkan alat sensor hujan dan sensor kelembaban tanah pada alat penyiram tanaman otomatis oleh Zakka Faqihul Umam, mahasiswa Diploma III Teknik Telekomunikasi.

Cara Kerja

Alat ini didukung dengan beberapa komponen seperti Arduino Uno, real Time Clock, Liquid Crystal Display, sensor kelembaban tanah, dan sensr hujan, GSM Shield serta Relay yang terhubung ke pompa air. Alat penyiram tanaman otomatis ini bekerja dengan acuan sensor kelembaban tanah dan sensor hujan, dimana sensor kelembaban tanah akan mendekati kelembaban pada tanah tanaman. Jika kelembaban di bawah batas yang ditentukan, maka Arduino sebagai pengendali akan mengaktifkan relay dan pompa air, sehingga penyiraman tanaman akan berlangsung dan jika terjadi hujan, maka penyiraman akan tertunda. Alat ini akan memberikan pemberitahuan pada LCD dan GSM Shield akan mengirimkan pemberitahuan dalam bentuk SMS yang berisi waktu dan status penyiraman sukses atau tertunda kepada nomor ang dituju.

Kelembaban ini akan terbaca oleh sensor kelembaban tanah LM 393 yang telah terkoneksi dengan Arduino dengan mikropengendali Atmega 328P. Apabila kelembaban dibawah 80% maka sistem akan menyalakan pompa untuk melakukan penyiraman otomatis, yang kemudian laporan status penyiraman akan dikirim ke nomor yang diuju, dari hasil pengujian sensor apabila mendeteksi kelembaban, maka nila ADC yang keluar semakin kecil dan sebaliknya apabila tidak mendeteksi kelembaban, maka nilai ADC akan semakin besar.  

 “Alat ini masih berupa prototipe dan masih bisa dikembangkan, semoga kedepan bisa terus dikembangkan serta dipatenkan,” ujar Danny selaku kabag LPPM St3 Telkom. (Ikoh/ST3 Telkom Purwokerto)


 
 

© 2017, Yayasan Pendidikan Telkom, karya dan hak cipta dilindungi undang-undang.