Mahasiswi ST3 Telkom Purwokerto Kembangkan Sistem Akuisisi Data Tekanan Udara, Suhu dan Kelembaban dengan Penanganan Hasil Melalui Twitter

Diunggah pada 08 Mei 2017, pukul 09:13

PURWOKERTO – Inovasi yang dikembangkan oleh ST3 Telkom Purwokerto seakan tidak ada habisnya. Kali ini penemuan teknologi diciptakan oleh Mahasiswi Prodi Teknik Telekomunikasi Desti Triana Sari.


Mahasiswi yang akrab di sapa Desti ini mengungkapkan bahwa ide awal dari penemuannya ini karena merasa bahwa tekanan udara, suhu dan kelembaban adalah faktor-faktor yang sangat mempengaruhi aktifitas di lingkungan. Selain itu Desti juga  melihat  fenomena saat ini yaitu hampir setiap orang tidak bisa lepas dari media sosial di gadget-nya.


Oleh karena itu Desti kini mengembangkan teknologi yang menggabungkan keduanya yaitu Sistem Akuisisi Data Tekanan Udara, Suhu dan Kelembaban dengan Penanganan Hasil Melalui Twitter. Penemuan ini berupa aplikasi yang dapat menampilkan dan merekam tekanan udara, suhu dan kelembaban di lingkungan melalui sensor DHT22, BMP085 serta pemrograman processing.


Cara Kerja


Sistem pada aplikasi terdiri dari rekam data, kirim ke aplikasi twitter dan keluar dari aplikasi. Untuk prosesnya, sensor BMP085 dan DHT22 yang berfungsi untuk mengukur tekanan udara, suhu dan kelembaban mengirimkan data ke Personal Computer (PC) melalui USART (komunikasi serial). Kemudian data tersebut disimpan dan ditampilkan di PC.


Aplikasi ini menggunakan bahasa pemrograman processing sehingga menghasilkan sebuah model sistem monitoring dan perekam data multiplatform berlisensi open source di PC. Penggunaan komunikasi serial dapat menyimpan dan memvisualisasikannya ke PC menggunakan program processing dalam bentuk ekstensi CSV (Comma-Separated Values).


Data selanjutnya dikirimkan ke server temboo untuk menjembatani bahasa pemrograman terhadap Application Programming Interface (API) yang akan diakses. Selanjutnya data ditampilkan di twitter dalam bentuk text melalui TCP/IP sebagai hasil akhir.


Desti mengatakan bahwa untuk kedepannya, diharapkan aplikasi yang dirancangnya juga dapat ditampilkan di media sosial lainnya tidak terbatas hanya Twitter saja serta dapat dikembangkan menjadi perangkat mobile.


? ?Semoga aplikasi ini juga dapat mengendalikan perangkat dalam lingkungan multiplatform. Dikembangkan juga untuk tampilannya sehingga tidak hanya text serta dapat memposisikan pengukuran tekanan udara, suhu dan kelembaban tidak hanya di luar ruangan tertentu tetapi disuatu daerah.” Pungkasnya. (Ikoh/ST3Telkom/YPT)


 
 

© 2017, Yayasan Pendidikan Telkom, karya dan hak cipta dilindungi undang-undang.