IT Telkom Purwokerto & Polres Banyumas Kerjasama Gerakan Anti Hoax

Diunggah pada 02 Mei 2018, pukul 15:57

IT Telkom Purwokerto bekerjasama dengan Polres Kabupaten Banyumas  dalam penyelenggaraan program Digital Literasi dan Gerakan Anti Hoax. Penandatanganan MoU antara kedua pihak berlangsung beberapa waktu lalu (16/04) di Khrisna Ballroom Hotel Java Heritage, Purwokerto.                                                                                                          

“Kami bersama jajaran kepolisan akan membangun program edukasi digital di berbagai Desa di Kabupaten  Banyumas  sesuai dengan moto kami  yaitu membangun masyarakat yang berkemajuan”, ucap Rektor IT Telkom Purwokerto Dr. Ali Rokhman, M.Si

Rektor menambahkan, konten hoax tertinggi berada pada sektor  politik. Menurutnya, tidak sedikit yang menjadikan hoax sebagai alat yang sangat efektif untuk memecah konsentrasi.

“Hal inilah yang menjadi kekhawatiran bagi kita semua, terutama kami dari akademisi memiliki tanggung jawab sangat tinggi terhadap perubahan yang terjadi di masyarkat, oleh karena itu diharapkan melalui program Digital Literasi dapat menangkal Hoax di masyarakat,”jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun, S.I.K mengatakan dengan adanya  program ini sangat membantu  pihak  kepolisan  dalam  memberikan  edukasi  teknologi  yang  kian  hari  kian  berkembang  pesat  dan tidak bertanggung  jawab, terutama  sebentar  lagi akan berlangsung PILKADA (Pemilihan Kepala Daerah).

 “Jika kita bisa  bersinergi dengan IT Telkom Purwokerto kita setidaknya  bisa  menangkal berita Hoax yang marak terjadi, jelasnya. (Purel ITTP)






Kementrian Luar Negeri Gandeng Telkom University Gelar International Students Gathering 2018

 

Usai menggelar perhelatan perdana Indonesia-Africa Forum 2018 (IAF) di Nusa Dua, Bali pada 10-11 April lalu, Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) pada Selasa, (23/4) menggandeng Telkom University untuk melaksanakan International Students Gathering (ISG) di Gedung Merdeka, Kota Bandung.

                                                                            


Helatan ini bertujuan memberikan kesempatan bagi para mahasiswa asing untuk memperoleh perkembangan terkini mengenai hubungan kerja sama antara Indonesia dan Afrika. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie.

“Kami mengundang mahasiswa asing dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk memahami sejauh mana kerja sama antara Indonesia dan Afrika. Khususnya bagi mahasiswa asal Afrika yang sedang mengenyam pendidikan di Indonesia.” ungkap Meinarti.

Turut hadir Direktur Afrika Kementrian Luar Negeri Daniel Tumpal Simanjuntak yang mengatakan bahwa Indonesia akan mengumumkan beberapa program yang fokus pada generasi muda Afrika. Salah satunya di bidang teknologi informasi.

“Di sektor teknologi informasi, kami terus mendorong startup Indonesia untuk bisa ekspansi di Afrika, kementerian siap membantu memfasilitasi juga pendanaan.” ungkap Daniel dihadapan ratusan mahasiswa asing yang hadir.

Salah satu gerakan yang telah di gemborkan oleh Kementerian Luar Negeri adalah dengan meluncurkan hashtag media sosial #IndonesiaAfrica sebagai bagian dari upaya untuk memperluas pemahaman dan meningkatkan minat generasi muda terhadap kerjasama yang telah terjalin sejak tahun 1955 ini.

Sejalan dengan apa yang diungkapkan Daniel diatas, Rektor Telkom University Prof. Mochamad Ashari mengungkapkan bahwa ISG diharapkan menjadi forum komunikasi mahasiswa internasional khususnya di Kota Bandung.

“ISG ini kita jadikan sebuah wadah untuk sharing knowledge dan mencari cara agar bisa terus menjalin hubungan baik antara indonesia dan afrika.” ungkap Ashari.

ISG 2018 ini dihadiri setidaknya 150 peserta dari berbagai kota seperti Bandung, Jakarta, Malang, Surabaya, dan Bogor.(Purel/Tel-U)
 
 

© 2018, Yayasan Pendidikan Telkom, karya dan hak cipta dilindungi undang-undang.