Huawei Gandeng Telkom University Kerjasamakan Penguatan Teknologi Informasi

Diunggah pada 03 April 2017, pukul 11:04

Jakarta - Bersama kementerian komunikasi dan informatika, kementerian riset, teknologi dan pendidikan tinggi (ristekdikti), dan kedutaan besar China untuk Indonesia, Huawei Indonesia menandatangani kerjasama dengan Telkom University dalam bidang penguatan teknologi informasi, di balai utama BPPT republik Indonesia, Jakarta (senin, 27/3).

 

Rektor Telkom University dalam statmennya di hadapan jurnalis menyatakan, kerjasama antar universitas dan industri sangat krusial di era dinamisasi yang kian cepat. "Tentu ini inisiasi yang baik, dan harus ditradisikan oleh banyak universitas di Indonesia, Telkom University antusias dalam jalinan kerjasama relevan terkait penguatan teknologi informasi, terlebih memang core pendidikan kami" terangnya.

 

Dalam penandatangan kerjasama ini Huawei Indonesia juga meluncurkan program SmartGen, dalam program tersebut Huawei dan Telkom University bersinergi untuk mencerdaskan generasi muda Indonesia. Program tersebut diharapkan menjadi pemicu kemandirian teknologi informasi bagi kalangan universitas di Indonesia.

 

SmartGen merupakan program pendidikan berjangka pendek semisal perkuliahan tamu, worskhop di pusat produksi huawei, hingga program sinergi lain yang berkaitan dengan penguatan keilmuan dan praktis mahasiswa.


Liu Haosheng, CEO Huawei Indonesia dalam opening remark menjelaskan, bahwa upaya Huawei turut serta mencerdaskan generasi Indonesia telah dimulai sejak tahun 2000, hingga kini terus melakukan transfer knowledge terkait literasi  teknologi, "Indonesia tahun-tahun terakhir ini sangat agresif pertumbuhan teknologi begitu pula penggunanya, sehingga kami akan terus bersama membangun Indonesia untuk masa depan yang lebih baik" jelasnya.

 

Lebih lanjut, kerjasama ini juga diikuti oleh perguruan tinggi negeri terkemuka seperti ITB, UNDIP, UI, ITS, dan UGM. Kesemua universitas tersebut sekaligus menjadi pioner project untuk kemudian akan menyasar universitas lainnya di Indonesia.

 

Dalam sambutan penutup, menteri komunikasi dan informatika Republik Indonesia Rudiantara menyampaikan harapan agar Huawei tidak saja fokus pada teknologi semata, melainkan pada hal-hal yang bersifat sosial-humanities, "Huawei jangan lupa, teknologi yang penting di kuasai, tapi tolong ini adik-adik saya (mahasiswa di Indonesia) untuk dibekali juga, pengetahuan terkait regulasi, budaya, dan semangat kemajuan Tiongkok, agar mereka juga menyerap ilmu tentang kenapa tahun-tahun terakhir ini Tiongkok begitu akseleratif" tutupnya. (Dedi Kurnia/Tel-U)

 
 

© 2018, Yayasan Pendidikan Telkom, karya dan hak cipta dilindungi undang-undang.